Kamis, 03 Oktober 2013

Industial City



                Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, yaitu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Tidak hanya dalam aspek ekonomi, industrialisasi juga merupakan bagian dari proses modernisasi sosial dan erat hubungannya dengan inovasi teknologi.
Keberadaan Kota Industri tidak dapat dipisahkan dari proses yang membentuknya itu sendiri yaitu revolusi industri. Revolusi Industri adalah perubahan keadaan hidup manusia yang terjadi pada akhir abad 18 dan awal abad 19 ( sekitar 1760-1840 ) dan pertama kali terjadi di Inggris, berlanjut pada kota – kota di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Revolusi Industri menandai titik balik penting dalam sejarah manusia, dimana kemajuan teknologi menunjukkan progress yang paling menonjol.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya revolusi industri, terutama di Inggris adalah sebagai berikut:
1. Faktor Ekstern
a. Terjadinya revolusi ilmu pengetahuan abad 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, Rene Descartes, Galileo Galilei, Copernicus, Isaac Newton dan lain-lain.
b. Ditunjang adanya lembaga-lembaga riset yaitu:
· The Royal Society for Improving Natural Knowledge
· The Royal Society of England (1662)
2. Faktor Intern:
a. Keamanan dan politik dalam negeri yang mantap
b. Berkembangnya kegiatan wiraswasta dari masyarakat kaya dan pemilik modal
c. Munculnya minat masyarakat pada industri manufaktur
d. Inggris memiliki jajahan yang luas
e. Kaya akan sumber alam antara lain batubara (cokes) dan biji besi yang tinggi mutunya.
f. Munculnya paham ekonomi liberal
g. Munculnya revolusi agraria yaitu perubahan sangat cepat dalam penataan tanah dengan berlakunya metode baru dalam pertanian yaitu dengan:
· pemagaran dan pengelolaan yang terus- menerus
· pemupukan
· irigasi
h. Pada abad 17 berkembanglah dunia pelayaran dan perdagangan. Di Inggris banyak berdiri kongsi dagang seperti EIC, Virginia Co, Plymouth Co dan Massachussets Bay Co.
Berikut merupakan peta persebaran komoditas pertambangan dan pusat industri di Inggris pada Era Revolusi Industri:
               

Bentuk fisik kota pada masa revolusi industri ditandai dengan bertambahnya fungsi kota dan fungsi bangunan, dimana pada masa sebelumnya hanya berfungsi sebagai gereja dan istana, kemudian bertambah sebagai infrastruktur penunjang seperti bank, hotel, apartemen dan auditorium. Perkembangan ini sudah tidak mengutamakan elemen estetika, karena hal yang diutamakan hanya fungsi bangunan sudah sesuai dengan kebutuhan. Perubahan tersebut  cenderung meninggalkan gaya arsitektur lama karena adanya hasrat untuk menemukan hal-hal baru  namun tetap berpedoman pada idealisme yang ada. Perubahan ini dapat kita lihat melalui sistem konstruksi dan struktur bangunan (ditemukannya material baja, beton, dan kaca). Perubahan pola ruang dan pola bangunan dapat dilihat dari perkembangan kawasan pemukiman. Kawasan pemukiman pada masa ini cenderung terbagi menjadi kawasan pemukiman elite dan kawasan pemukiman kumuh. Kawasan pemukiman elite ditandai dengan adanya gerbang-gerbang yang megah dan mewah. Sedangkan kawasan pemukiman kumuh biasanya berada dekat dengan daerah industri. Munculnya kawasan pemukiman kumuh ini sebagai akibat dari kegiatan industri dan tingginya tingkat urbanisasi.
Sedangkan untuk memudahkan dalam proses distribusi komoditas, infrastruktur transportasi terus – menerus mengalami pembaharuan. Seperti di Inggris, dibangun jembatan London Bridge sebagai salah satu alternatif jalur transportasi selain Sungai Thames. Selain itu infrastruktur juga semakin dilengkapi dengan jaringan tol jalan, kanal, jaringan jalur air, dan jaringan kereta api. Berikut merupakan beberapa contoh fasilitas transportasi pada masa revolusi industri di Inggris:
1.       Kapal layar
digunakan untuk memindahkan barang-barang di sekitar pantai Inggris
2.       Kanal
Kanal adalah teknologi pertama yang memungkinkan bahan massal untuk dengan mudah diangkut di seluruh negeri dan merupakan pusat manufaktur terbesar di Inggris. Jaringan kanal Inggris, bersama-sama dengan bangunan pabrik yang masih hidup, adalah salah satu fitur yang paling abadi dari Revolusi Industri awal yang masih dapat dijumpai pada masa sekarang ini
3.       Jalan dan jembatan besi
Sesuai dengan hasil revolusi industri, ruas jalan di Inggris semakin bertambah untuk memudahkan akses dan jembatan dibuat dengan menggunakan teknik yang modern dan berbahan baku dari besi.
4.       Kereta Api
Kereta api digunakan memindahkan batu bara di area pertambangan. Pembangunan kereta api utama menghubungkan kota-kota besar dan dimulai pada tahun 1830-an
Peta Kota Manchester pada saat revolusi industri
Beberapa  dokumentasi keadaan Kota Manchester pada saat revolusi industri:


Dampak Sosial dan Lingkungan terhadap keberadaan industrial city:
1.       Urbanisasi
Terpusatnya tenaga kerja pada pabrik – pabrik di suatu daerah, sehingga daerah tersebut berkembang menjadi kota besar
2.       Eksploitasi tenaga kerja
Pekerja harus meninggalkan keluarga agar bisa bekerja dimana industri itu berada.
3.       Perubahan pada struktur keluarga
Perubahan struktur sosial berdasarkan pada pola pra industrialisasi dimana suatu keluarga besar cenderung menetap di suatu daerah. Setelah industrialisasi keluarga biasanya berpindah pindah tempat dan hanya terdiri dari keluarga inti (orang tua dan anak – anak). Keluarga dan anak – anak yang memasuki kedewasaan akan semakin aktif berpindah pindah sesuai tempat dimana pekerjaan itu berada.
4.       Lingkungan hidup
Industrialisasi menimbulkan banyak masalah penyakit. Mulai polusi udara, air, dan suara, masalah kemiskinan, alat alat berbahaya, kekurangan gizi. Masalah kesehatan di Negara industri disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial politik, budaya dan juga patogen (mikroorganisme penyebab penyakit)


Referensi:
http://rapidshare.com/files/203041448/MORFOLOGI_KOTA_PASCA_INDUSTRIALISASI.pdf.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar