Industrialisasi
adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian
masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, yaitu keadaan dimana masyarakat
berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi),
gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Tidak hanya dalam aspek ekonomi, industrialisasi
juga merupakan bagian dari proses modernisasi sosial dan erat hubungannya
dengan inovasi teknologi.
Keberadaan Kota Industri tidak
dapat dipisahkan dari proses yang membentuknya itu sendiri yaitu revolusi
industri. Revolusi Industri adalah perubahan keadaan hidup manusia yang terjadi
pada akhir abad 18 dan awal abad 19 ( sekitar 1760-1840 ) dan pertama kali
terjadi di Inggris, berlanjut pada kota – kota di Amerika Serikat dan Eropa
Barat. Revolusi Industri menandai titik balik penting dalam sejarah manusia, dimana
kemajuan teknologi menunjukkan progress yang paling menonjol.
Beberapa faktor yang menyebabkan
terjadinya revolusi industri, terutama di Inggris adalah sebagai berikut:
1. Faktor Ekstern
a.
Terjadinya revolusi ilmu pengetahuan abad 16 dengan munculnya para ilmuwan
seperti Francis Bacon, Rene Descartes, Galileo Galilei, Copernicus, Isaac
Newton dan lain-lain.
b. Ditunjang adanya lembaga-lembaga riset yaitu:
· The Royal Society for Improving Natural Knowledge
· The Royal Society of England (1662)
2. Faktor Intern:
a. Keamanan dan politik dalam negeri yang mantap
b. Berkembangnya kegiatan wiraswasta dari masyarakat kaya dan
pemilik modal
c. Munculnya minat masyarakat pada industri manufaktur
d. Inggris memiliki jajahan yang luas
e.
Kaya akan sumber alam antara lain batubara (cokes) dan biji besi yang tinggi
mutunya.
f.
Munculnya paham ekonomi liberal
g.
Munculnya revolusi agraria yaitu perubahan sangat cepat dalam penataan tanah
dengan berlakunya metode baru dalam pertanian yaitu dengan:
·
pemagaran dan pengelolaan yang terus- menerus
· pemupukan
· irigasi
h.
Pada abad 17 berkembanglah dunia pelayaran dan perdagangan. Di Inggris banyak
berdiri kongsi dagang seperti EIC, Virginia Co, Plymouth Co dan Massachussets
Bay Co.
Berikut merupakan peta persebaran komoditas
pertambangan dan pusat industri di Inggris pada Era Revolusi Industri:
Bentuk fisik kota pada masa
revolusi industri ditandai dengan bertambahnya fungsi kota dan fungsi bangunan,
dimana pada masa sebelumnya hanya berfungsi sebagai gereja dan istana, kemudian
bertambah sebagai infrastruktur penunjang seperti bank, hotel, apartemen dan
auditorium. Perkembangan ini sudah tidak mengutamakan elemen estetika, karena
hal yang diutamakan hanya fungsi bangunan sudah sesuai dengan kebutuhan. Perubahan
tersebut cenderung meninggalkan gaya
arsitektur lama karena adanya hasrat untuk menemukan hal-hal baru namun tetap berpedoman pada idealisme yang
ada. Perubahan ini dapat kita lihat melalui sistem konstruksi dan struktur
bangunan (ditemukannya material baja, beton, dan kaca). Perubahan pola ruang
dan pola bangunan dapat dilihat dari perkembangan kawasan pemukiman. Kawasan
pemukiman pada masa ini cenderung terbagi menjadi kawasan pemukiman elite dan
kawasan pemukiman kumuh. Kawasan pemukiman elite ditandai dengan adanya
gerbang-gerbang yang megah dan mewah. Sedangkan kawasan pemukiman kumuh
biasanya berada dekat dengan daerah industri. Munculnya kawasan pemukiman kumuh
ini sebagai akibat dari kegiatan industri dan tingginya tingkat urbanisasi.
Sedangkan untuk memudahkan dalam
proses distribusi komoditas, infrastruktur transportasi terus – menerus
mengalami pembaharuan. Seperti di Inggris, dibangun jembatan London Bridge sebagai
salah satu alternatif jalur transportasi selain Sungai Thames. Selain itu
infrastruktur juga semakin dilengkapi dengan jaringan tol jalan, kanal,
jaringan jalur air, dan jaringan kereta api. Berikut merupakan beberapa contoh
fasilitas transportasi pada masa revolusi industri di Inggris:
1.
Kapal layar
digunakan untuk memindahkan barang-barang
di sekitar pantai Inggris
2.
Kanal
Kanal adalah teknologi pertama yang
memungkinkan bahan massal untuk dengan mudah diangkut di seluruh negeri dan
merupakan pusat manufaktur terbesar di Inggris. Jaringan kanal Inggris,
bersama-sama dengan bangunan pabrik yang masih hidup, adalah salah satu fitur
yang paling abadi dari Revolusi Industri awal yang masih dapat dijumpai pada
masa sekarang ini
3.
Jalan dan jembatan besi
Sesuai dengan hasil revolusi industri,
ruas jalan di Inggris semakin bertambah untuk memudahkan akses dan jembatan
dibuat dengan menggunakan teknik yang modern dan berbahan baku dari besi.
4.
Kereta Api
Kereta
api digunakan memindahkan batu bara di area pertambangan. Pembangunan kereta
api utama menghubungkan kota-kota besar dan dimulai pada tahun 1830-an
Peta Kota Manchester pada saat
revolusi industri
Beberapa dokumentasi keadaan Kota Manchester pada saat
revolusi industri:
Dampak Sosial dan Lingkungan terhadap keberadaan
industrial city:
1.
Urbanisasi
Terpusatnya tenaga kerja pada pabrik – pabrik di suatu
daerah, sehingga daerah tersebut berkembang menjadi kota besar
2.
Eksploitasi tenaga kerja
Pekerja harus meninggalkan keluarga agar bisa bekerja dimana
industri itu berada.
3.
Perubahan pada struktur keluarga
Perubahan struktur sosial berdasarkan pada pola pra
industrialisasi dimana suatu keluarga besar cenderung menetap di suatu daerah.
Setelah industrialisasi keluarga biasanya berpindah pindah tempat dan hanya
terdiri dari keluarga inti (orang tua dan anak – anak). Keluarga dan anak –
anak yang memasuki kedewasaan akan semakin aktif berpindah pindah sesuai tempat
dimana pekerjaan itu berada.
4.
Lingkungan hidup
Industrialisasi menimbulkan banyak masalah penyakit. Mulai
polusi udara, air, dan suara, masalah kemiskinan, alat alat berbahaya,
kekurangan gizi. Masalah kesehatan di Negara industri disebabkan oleh faktor
ekonomi, sosial politik, budaya dan juga patogen (mikroorganisme penyebab
penyakit)
Referensi:
http://rapidshare.com/files/203041448/MORFOLOGI_KOTA_PASCA_INDUSTRIALISASI.pdf.html

